Tips Mengamankan Internet Banking

20 09 2007

Online Banking seakan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi mereka yang mengaku tidak punya waktu untuk pergi ke bank dan melakukan transaksi. Namun dari banyaknya user online banking itu sebagian besar tidak mengetahui bagaimana cara mengamankannya.

Kali ini saya ingin berbagi tips bagaimana harus mengamankan transaksi internet banking anda. Beberapa yang harus diperhatikan adalah :

  1. Sebisa mungkin menggunakan komputer pribadi (laptop, PC rumah atau PC kantor yang sering kita pakai) dan jangan sekali-kali bertransaksi Internet Banking dari warnet karena dikhawatirkan ada beberapa informasi yang tertinggal di komputer yang saat itu sedang anda pakai
  2. Hindari pula menggunakan hotspot, karena kita tidak pernah tahu siapa saja pengguna hotspot tersebut
  3. Bila memang terpaksa menggunakan hotspot jalankan script untuk ARP static agar lalu-lintas data antara komputer yang anda pakai dengan server Internet Banking tidak di-bypass oleh user lain. Jalankan langkah-langkah dibawah ini sesegera mungkin setelah anda terhubung ke hotspot. (Langkah dibawah untuk Sistem Operasi Windows XP)
  • Caranya buka “command prompt” Start -> Run ketik cmd kemudian klik OK
  • Pada prompt ketik “ipconfig /all” (tanpa tanda petik). Dan catat IP pada baris Default Gateway contoh : 192.168.1.231
  • Catat pula MAC address dari IP gateway tersebut dengan mengetikkan “arp -a <IP gateway>” contoh : arp -a 192.168.1.231 Disana akan muncul keterangan mengenai MAC address berupa 6 pasang bilangan heksadesimal seperti : 00-16-a5-fa-12-a3
  • Langkah terakhir adalah mem-patenkan MAC address ke IP gateway yang dituju. Ketik “arp -s <IP gateway> <MAC address>” contoh : arp -s 192.168.1.231 00-16-a5-fa-12-a3

Semoga tips yang sudah saya berikan bisa membantu para user Internet Banking untuk mengamankan transaksinya. Dan mohon maaf bila tips dari saya ini banyak kekurangan disana-sini…





Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

20 09 2007

Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan,
Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan.
Inilah `azimat’ Nabi tatkala memasuki Ramadhan.

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan
membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi
Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-
malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya
adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan
oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah,
amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada
Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah
membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang
agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang
tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga
lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu
memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu
mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia
anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.
Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena
itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla
memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka
ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-
Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu,
maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena
beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa
Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak
akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di
hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-
orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya
sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas
dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah!
Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun
hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun
hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan
berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki
tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang
dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah
akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan
kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia
berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan
ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan
ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia
berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan
ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-
Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan
menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan
shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di
bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini,
Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan
meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran,
ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang
lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka
mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak
akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah
agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w.
berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang
paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang
paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang
diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang
senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya
ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah
telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya
suatu tathawwu’.”

“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan
kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan
suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”

“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah
pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (
syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di
dalamnya.”

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa,
adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan
kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu
memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun
berkurang.”

Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki
makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka
bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang
yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan
akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari
budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah
mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan;
dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara
lagi kamu sangat menghajatinya.”

“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa
tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua
perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan
perlindungan dari neraka.”

“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya
Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman
yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke
dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).

sumber: Hidayatullah.com





Capek-nya Migrasi

17 09 2007

Hari ini (17 September 2007), ngga disangka kalo aku harus begadang di kantor n harus pisah sementara sama istri. Sedih juga sih, tapi mau gimana lagi namanya juga resiko kerjaan.

DariĀ  ba’da ashar udah dikumpulin untuk denger pengarahan dari tamu-tamu kita..
“Untuk cewek minimal pulangnya jam 22.00 n untuk cowok paling cepet pulang jam 02.30″ itu yg dia bilang. Waah… Cape’ deh….

Yang bikin tambah kaget hasil cleanup data dari kantor cabang-ku termasuk yang banyak errornya n harus mulai dibersihkan hari ini sampai dengan seminggu kedepan… Ya Allah inikah rasanya migrasi…

Udah paginya puasa, malemnya masih harus begadang di kantor. Rasanya 24 jam dalam satu hari ngga cukup buat menyelesaikan kerjaanku.. Andai waktu bisa di-”pause” enak kali yah (asal kegiatan kita ngga ikut ke-”pause”)… :)

Ngga banyak yang bisa aku kasih tau di posting pertamaku ini… ini cuma sekedar curhat dari seorang yang lagi capek banget ngerjain kerjaan kantor…